IDENTITAS NOVEL
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 13 April 2020
Tebal buku : 192 Halaman
ISBN : 978-602-064-084-6
BLURB
Joshua Sakaguchi Widjaja meneruskan perjalanan ke Tokyo untuk sejenak menjadi pecundang dalam hidupnya. Dia mengimpikan duduk-duduk santai bersama kopi di dekat taman dan menemukan gadis cantik untuk dijadikan teman menyenangkan. Tapi, di Tokyo yang menyambutnya dengan hangat, dia malah dipertemukan dengan Shira yang banyak bersedih dan meninggalkan banyak surat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, alih-alih menjadi pecundang, Joshua malah sibuk menjawab banyak pertanyaan yang tak pernah dia pertanyakan.
Shira Hidajat Nagano melarikan diri ke Tokyo untuk menemukan penyelesaian paling terencana dalam hidupnya. Dia membayangkan terjebak di lautan hutan bersama berbagai penyesalan untuk selama-lamanya ditenggelamkan. Namun, di Tokyo yang menggigilkan hatinya, dia justru bertemu Joshua yang semarak dan mampu memvalidasi keputusasaannya. Untuk kali terakhir dalam hidupnya, bukan mengerjakan penyelesaian, Shira dihentikan sejenak oleh jawaban-jawaban yang tak pernah dia kira akan didapatkannya
Shira Hidajat Nagano melarikan diri ke Tokyo untuk menemukan penyelesaian paling terencana dalam hidupnya. Dia membayangkan terjebak di lautan hutan bersama berbagai penyesalan untuk selama-lamanya ditenggelamkan. Namun, di Tokyo yang menggigilkan hatinya, dia justru bertemu Joshua yang semarak dan mampu memvalidasi keputusasaannya. Untuk kali terakhir dalam hidupnya, bukan mengerjakan penyelesaian, Shira dihentikan sejenak oleh jawaban-jawaban yang tak pernah dia kira akan didapatkannya
REVIEW
Shira dan Joshua tidak sengaja bertemu di bandara saat mereka sama-sama menunggu kopernya masing-masing. Kemudian terjadi interaksi saat Joshua menawarkan untuk membeli satu kotak dus tolak angin ketika melihat Shira membantingnya. Awalnya gadis itu enggan memberikan tolak anginnya, meskipun dia merasa tidak memerlukannya tapi tetap saja tidak merasa memiliki kewajiban untuk memberikannya kepada orang asing yang baru pertama kali bertemu dengannya. Tapi, akhirnya kesepakatan pun terjadi saat Joshua menawarkan tiket konser musiknya kepada Shira sebagai ganti dari satu kotak dus yang diinginkannya.
Kemudian secara tidak sengaja dan karena pertemuan-pertemuan lainnya mereka pun akhirnya berlibur bersama di Tokyo. Padahal sebenarnya satu sama lain memiliki agenda tersendiri tentang keberadaan mereka di Tokyo, Shira dengan pelariannya dan Joshua dengan kebebasannya. Namun ternyata keduanya saling mengisi dan membantu satu sama lain dengan caranya masing-masing. Secara tidak sadar terlibat dengan kehidupan satu sama lain dan berusaha saling menolong.
PERASAAN SAAT MEMBACA
Sumpah selama baca novel ini tuh kayak terus aja lanjut tanpa merasa ada jeda. Penulisan Ka Ruth di buku ini sangat mengalir dan kayak kita juga ikut hanyut bacanya. Cuman sayangnya aku bacanya lewat digital jadi kurang kerasa aja vibesnya dan beda banget kalau kita bacanya pakai buku fisik hihi.
Seperti biasa novel-novel Kak Ruth selalu gelap, bahkan selama baca ini aku ngerasa kayak lagi diem di bawah mendung. Kayak langit tuh gelap aja sepanjang siang, saking karena kedua tokoh ini tidak memancarkan apa itu harapan hidup dan kehidupan. Mereka berinteraksi dan saling mengisi dalam kesedihan masing-masing. Foto-foto hitam putih hasil jepretan Kak Ruth juga memberikan sedikit efek bahwa di sana memperlihatkan betapa Tokyo itu kosong dan penuh dengan rasa-rasa putus asa gitu.
Tapi selama baca ini nggak ada ekspektasi apapun, pikiran aku bener-bener kosong dan tidak membiarkannya berfikir macam-macam. Dan ternyata BOOOM! Oh jadi ini maksudnya. Semacam itulah kupikir hehe. Terus sepanjang cerita emang kurang dari sisi romansanya, selama baca aku ngerasa interaksi mereka sedikit unik. Ya bayangkan aja, mereka nyaman satu sama lain tapi bukan karena keinginan berteman atau berhubungan lebih serius.
KRITIK DAN SARAN
Kak Ruth novelnya kurang panjang huhu. Aku beneran ngarep banget sampe halaman terakhir tentang Shira dan Joshua. Terus ada banyak pertanyaan yang belum terjawab sama sekali, jadi berasa haus terus hehe.
QUOTE FAVORIT
"Orang yang kau inginkan tinggal, besok bisa saja sudah menghilang."
- Joshua Sakaguchi Widjaja -
Buku
Gramedia Digital
Gramedia Pustaka Utama
Mental Illness
Novel 2020
Novel Metropop
Review Novel
Ruth Pricillia Angelina

0 Comments
Nama :
Pesan & Kesan