IDENTITAS BUKU
Blurb :
Review :
Perasaan saat membaca :
Kritik dan saran :
Rating :
Judul : ACC, Pak!
Penulis : Rara Rachel
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun
terbit : September 2019
Tebal
buku : 292 halaman
ISBN : 978-602-063-152-3
Blurb :
Memasuki
masa skripsi, Olivia Charil Annisa ketar-ketir karena Danial Adiwiryawan
mendadak ditunjuk sebagai dosen pengganti sekaligus penguji skripsinya.
Meskipun ganteng dan bergelar PhD dari University of Cambridge, Pak Danial
terkenal judes dan cuek terhadap mahasiswi. Berbeda 180 derajat dengan Aria
Adiwiryawan, sang kakak, yang merupakan dosen pembimbing Olivia.
Tadinya,
Olivia—yang biasa dipanggil Yaya—hanya ingin fokus pada urusan bimbingan dengan
Pak Aria, tapi mau tak mau Danial kerap terlibat, hingga intensitas pertemuan
mereka pun meningkat.
Perlahan
Yaya mulai melihat sisi Danial yang selama ini tersembunyi. Dia bimbang harus
merasa bagaimana atas perlakuan Danial padanya. Menyenangkan tapi rasanya…
tidak tepat.
Bukan
hanya isu etika profesional di antara mereka, status pria itu sebagai duda yang
sepaket dengan putri kecilnya benar-benar menjadi ujian kuadrat bagi Yaya.
For some people, wrong things can be right in the name of love.
Namun
bagi Yaya, ia tidak ingin cintanya pada dosen muda itu berada di jalur yang
salah
Review :
Olivia Chairil Annisa aka Yaya bersyukur
karena dia mendapatkan Dosen pembimbing Aria Adiwiryawan daripada adiknya
Danial Adiwiryawan walaupun cerdas bergelar PhD (kalau kata Yaya sih Papa Hot
& Duda) dan ganteng abis. Tapi, jangan salah dia jutek dan galak luar biasa.
Yaya berusaha untuk tetap tenang saat proses bimbingannya tetap terganggu
Danial dengan segala kurang ajarnya. Bahkan dia pun tidak bisa berbuat apa-apa
saat ternyata Danial berteman baik dengan Raihan sepupunya. Otomatis mereka pun
sering bertemu.
Tapi saat akan melaksanakan sidang
proposal, salah satu penguji Yaya mendadak masuk rumah sakit. Dia diberikan
pilihan untuk tetap melanjutkan sidang proposal dengan mengganti salah satu
penguji. Atau reschedule yang entah
kapan akan dilaksanakan.
Pada saat itulah, Yaya harus menerima
dengan ikhlas ketika Danial duduk di kursi kebesaran penguji.
Sejak saat itu, Yaya merasa bahwa Kayla
(anak Danial) dan Danial sendiri membuat kehidupannya yang biasa aja jadi lebih
berwarna. Seakan mengisyaratkan bahwa lambat-laun dia menjadi ingin bagian dari
keluarga kecil Danial.
Perasaan saat membaca :
Saat membaca novel ini saya bisa
menyelesaikannya dalam sehari. Gaya penulisan yang mengalir dan pemilihan diksi
yang ringan membuat cerita ini candu, nggak bisa berhenti sejenak karena akan
membuat kita kepikiran terus-terusan.
Saya tipikal orang yang lebih menyukai
novel dengan banyak narasi karena merasa bisa lebih dekat dan memahami si tokoh
serta mengerti betul mengenai segala pilihannya. Biasanya jika terlalu banyak
dialog kepala saya pening dan tidak sanggup melanjutkan cerita karena tidak
bisa terbayang tentang keadaan dalam dialog itu.
Namun, berbeda dengan novel ini. Saya bisa
membacanya walaupun terlalu banya dialog. Narasi yang menceritakan kedua orang
tersebut kurang dan kalaupun ada rasanya kurang membantu. Detail-detail yang
saya inginkan tambahan penjelasannya di narasi ternyata tetap terangkum dalam
gambaran (yang entahlah).
Tapi sepanjang cerita membuat saya tidak
bisa berhenti tersenyum. Malah kadang ikut baper dan dagdigdug seerrr juga sama
perlakuan Dania ke Yaya. Selain itu, saya juga suka tiba-tiba remas bantal
karena saking ingin teriak gara-gara tidak bisa menahan diri untuk tidak
salting hehe. Pokoknya kalau kamu jomblo awas nanti jadi ada rasa pengen punya
pacar haha.
Kritik dan saran :
Cerita ini mulai berlangsung saat Danial
mendekati Yaya secara terang-terangan. Penulis tidak menceritakan bagian saat
Danial tiba-tiba tertarik sama Yaya. Apalagi Danial baru naksir Yaya setelah
dua tahun menjadi mahasiswa kampus itu, dan status Danial yang seorang Duda
agak sedikit aneh kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama walaupun
kemungkinan itu pasti ada.
Selain itu, Danial cerita kalau Kayla
ini tipe anak yang sulit dekat dengan orang lain apalagi orang asing. Setidaknya
penulis memberikan ruang bagi Kayla untuk memberikan reaksi yang adil kepada
Yaya saat pertama bertemu, mungkin malu atau sembunyi. Berikan chemistry antara keduanya, ada semacam
sweet moment gitulah. Sehingga kita juga paham kenapa akhirnya Kayla mau
membuka hati untuk Yaya.
Satu lagi, saya berharap ada sekuel atau
minimal spin off. Beneran deh meskipun tahu mereka pasti menikah tapi tetap aja
ingin ikut ke-uwu-an dan romantisnya Olivia sama Danial saat setelah menikah.
Semoga mbak penulis mendengarkan harapan saya ini hehe.
Scene Favorit :
Sebenarnya banyak, tapi nanti takut
spoiler jadi ini aja ya hehe
. . . . . . . . . . . . . . .
. . .
"Kalau nggak
lama, ya nanti saja kalau sudah selesai semua, kita bertiga makan bareng."
"Boleh tuh.
Restoran keluarga kayaknya cocok deh. Kita makan sambil masak-masak. Raa Cha
mungkin?" Danial memberi saran.
"Bebas. Saya mah
oke aja."
"Beneran
oke?" Tanya Danial keheranan
"Ya...oke."
"Saya kira kamu
keberatan kalau kita makan tanpa ngajak Reihan."
Aku mengerutkan dahi,
"nggak diajak? Maksudnya?"
"Kamu bilang
tadi, kita makan bertiga kan? Saya, Kayla, dan kamu."
. . . . . . . . . . .
. . . . . . . .
Quote Favorit :
The rain falls without knowing how or
why they fall. They just do. The rain is like someone's feeling.
Rating :
3,5/5

0 Comments
Nama :
Pesan & Kesan