Semakin kesini saya semakin menemukan banyak sekali film indonesia yang menarik dan sangat asyik untuk dinikmati. Baik dari segi alur cerita, sampai editing filmnya. Bahkan saat ini film-film yang muncul mulai bisa mengaduk-aduk emosi para penontonnya. Para film maker pun sudah mulai mencoba untuk mengangkat isu-isu di masyarakat. Saya jadi makin bangga deh!
Film yang akan saya ceritakan ini adalah salah satu film favorit. Meskipun udah ditonton berkali-kali tetap aja bikin saya ambyar saking suksesnya film ini dalam menghanyutkan para penonton untuk masuk ke dunia Banyu Anggoro.
Banyu (Dimas Anggara) ini diceritakan tinggal bersama Eyang Uti (Cristhine Hakim) dan para pelayannya, ia lahir dari ketidaksiapan seorang ibu. Bisa dibilang Banyu ini ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri. Yang paling bikin sedih, Banyu ini didiagnosa menderita penyakit Spektrum Autis yaitu gangguan mental yang menyebabkan dirinya menarik diri dari lingkungan sosial. Tentunya dengan keadaan seperti ini dia hanya asyik dengan dunianya sendiri dan kesulitan untuk berbaur dengan anak-anak yang usianya sebaya dengannya. Makanya Banyu ini lebih banyak diam di rumah dan menghabiskan waktu dengan melakukan kegemarannya yaitu menggambar.
Suatu hari Banyu yang biasanya lebih memilih bermain di rumah tiba-tiba saja keluar dan mendatangi lapangan sepak bola dimana banyak anak-anak sebayanya bermain bersama. Tapi justru bukannya mengajak Banyu bermain malah berantem dengannya. Hingga dia ditolong oleh Radin (Deva Mahendra) dan mereka pun menjadi teman baik. Radin mengajarkan Banyu bermain ketapel yang membuatnya menolong Kinara (Bunga Zainal) dan mereka pun tumbuh bersama.
Meskipun sebenarnya Mama Radin tidak setuju, tapi justru persahabatan mereka bertahan lama hingga mereka beranjak dewasa. Dimana Banyu tumbuh menjadi sosok pemuda yang cerdas dia seneng banget ikut-ikut lomba sains nasional, Kinara tumbuh menjadi gadis yang cantik, dan Radin menjadi seorang pemain basket. Persahabatan mereka cukup menyenangkan, dimana Radin bisa menjadi sosok pelindung bagi mereka berdua, Kinara menjadi sosok penenang, dan Banyu yang bisa mencairkan suasana.
Saya sangat merekomendasikan film ini, cerita dalam film ini seakan mengkritik masyarakat yang masih saja mendiskriminasi setiap orang hanya karena mereka terlahir berbeda. Tentunya film ini juga mengingatkan kepada masyarakat supaya lebih aware dengan yang namanya penyakit gangguan mental. Memberikan semangat kepada siapa saja, bahwa anak-anak yang mengidap penyakit ini pasti bisa menjalankan kehidupan sehari-hari dengan baik jika kita sebagai orang tua bisa konsisten dan sabar dalam mendidik mereka.
Saya sangat terharu dengan film ini, pasti siapapun akan tersentuh dengan ketulusan dari Banyu. Seakan kita juga merasakan betapa sayangnya Banyu kepada Radin. Kita juga bisa merasakan banyak terima kasih yang disampaikan Banyu untuk Radin karena sudah bersedia menjadi temannya untuk waktu yang cukup lama.
Pokoknya sedih banget dah, siapapun pasti nangis deh nonton ini.





0 Comments
Nama :
Pesan & Kesan