REVIEW DRAMA KOREA Mr. Sunshine : Gun, Glory, and Sad Ending (tvN, 2018)

Selama berselancar di twitter saya sering sekali mendapatkan rekomendasi baik dari akun fanbase maupun menfess sebagus apa drama Mr. Sunshine ini. Kebetulan sekali karena saya ini sangat suka dengan drama-drama bergenre melodrama apalagi sad ending, langsung saja saya masukin ke dalam wishlist drama korea wajib yang saya tonton.
Saya sebenarnya bukan orang yang mempermasalahkan genre apapun selama itu masuk ke selera saya, jadi apapun yang menurut saya menarik untuk ditonton maka akan saya habiskan dengan cepat. Meskipun sebenarnya paling cepat menghabiskan drama paling sebentar 3 hari. Itu pun karena dramanya benar-benar bagus dan sangat menarik. Apalagi chemistry para tokoh utamanya. Baiklah mari kita masuk ke reviewnya.

Plot

Selama ekspedisi Amerika Serikat ke Joseon (Korea Selatan) pada tahun 1871, seorang anak laki-laki dari Joseon menariki kapal perang Amerika dan pergi ke Amerika. Setelah dewasa, ia kembali ke Joseon sebagai tentara Amerika yang mengemban tugas di negera kelahirannya tersebut.

bagaimana plotnya sungguh sederhana dan sepertinya tidak terlalu banyak hal yang perlu dipermasalahkan bukan? Tapi cerita sesungguhnya lebih rumit dan tidak semudah itu kawan-kawan sekalian. Karena kalian akan bertemu dengan begitu banyak tokoh dan entah kenapa writer-nim dengan hebatnya bisa membuat semua tokoh itu terhubung dengan ikatan yang cukup serius dan menarik.

Drama ini dibuka dengan menceritakan bagaimana kehidupan masa lalu setiap tokohnya. Berawal dari kematian sepasang suami-istri budak karena keduanya berniat untuk kabur ketika sang suami mengetahui bahwa majikannya akan menjual istrinya kepada seorang tamu penting yang datang tempo hari. Sang suami di siksa sampai mati, dan istrinya bunuh diri dengan melompat ke sumur. Menyisakan seorang anak yang akhirnya kabur ke Amerika dengan menyusup ke kapal barang mereka. Eugene Choi

Kemudian, menceritakan tentang pengkhianatan seorang rekan seperjuangan yang menyebabkan sepasang suami-istri mati tertembak. Meninggalkan seorang bayi yang akan tumbuh menjadi seorang bangsawan perempuan cantik yang hebat dan berani. Go-Ae Shin.

Saat sampai di Joseon (Korea) Eugene Choi dan Go Ae-Shin dipertemukan secara ridak sengaja dalam sebuah misi dan keduanya jatuh hati. 

Drama ini mengandung banyak emosi yang didominasi rasa sakit, dendam, dan amarah. Setiap tokoh memiliki luka batin yang cukup dalam sehingga membuat mereka memiliki pola hidup yang cukup rumit. Tidak serta merta selalu mengutamakan hasrat dan perasaan mereka, terlalu banyak pertimbangan dan kehilangan.

Awal menonton kalian akan cukup dibuat pusing karena terlalu banyak tokoh dan bahkan kita tidak tahu sebenarnya akan dibawa kemana cerita ini berlayar. Tapi, mulai dari episode 4 dan seterusnya kalian akan menemukan hal-hal manis di sana. Apalagi kisah cinta segi lima antara kelima tokohnya buat saya cukup rumit juga


Eugene Choi, Goo Dong-Mae, Kim Hui Seong, mencintai Go-Ae Shin dengan cara mereka masing-masing. Walaupun pada akhirnya Go Ae-Shin hanya mencintai Eugene Choi. Seperti yang kita tahu bahwa Kim Eun-Sook memang jagonya memunculkan bromance yang menarik. Nah ketiga orang ini meskipun memiliki rasa pada satu gadis yang sama dan awalnya memang saling dendam dan benci tapi jadi lucu juga.



Tapi, yang lebih menarik lagi adalah kisah cinta antara Eugene Choi dan Go Ae-shin sangat terlihat murni dan manis tanpa banyak skinship. Mereka tatapan aja bikin saya meleleh. Terlepas dari kontroversialnya masalah gap umur antara kedua tokoh utama ini, mereka tetap berhasil membuktikan bahwa kemampuan akting mereka bisa mengubah pandangan negatif yang memperlihatkan bahwa mereka lebih pantas menjadi sosok Ayah dan anak.



Tentunya saya juga mengerti kenapa sosok Lee Byung Hun terpilih untuk memerankan Eugene Choi karena tokoh ini diceritakan sudah hidup bertahun-tahun di Amerika. Pastinya secara logika kita akan berfikir bahwa dia harus fasih berbahasa inggris. Selain itu, menariknya drama ini adalah beberapa tokoh utamanya pun dituntut supaya bisa berbicara tiga bahasa sekaligus. Seperti B Inggris, Jepang, dan Korea. Mantap betul kaaaan?




Saya sangat merekomendasikan drama 24 episode ini, menurut saya ini sudah paket komplit. Baik dari segi cerita, tokoh, karakter, bahkan semua OSTnya juga enak-enak didengar, Kalian yang nggak terlalu suka drama dengan karakter utama yang melow, lebay, pasti langsung suka sama Go Ae-Shin dan Kudo Hina. Mereka berdua adalah definisi karakter perempuan yang kuat dan berani. Kharismanya wow banget deh. Ah saya nggak tahu harus cerita apalagi karena drama ini beneran sebagus itu. Tentunya jangan lupakan Gun, Glory, and Sad Ending :)

Selamat menonton yaaaa

0 Comments

Nama :
Pesan & Kesan

Follow Me On Instagram